Total Tayangan Halaman

Sabtu, 13 Oktober 2012

Curicullum Vitae


 Curicullum Vitae

                                                                                                                               
Rosidahnia
H Jl. Cengkeh, NO : 77
     Jakarta Timur - 13810
( 08978688468
                                                                                         * rosi_dahnia@yahoo.com 


Data Pribadi
Nama                                      : Rosidahnia
Tempat Tanggal Lahir              : Banjarsari, 20 januari 1993
Jenis Kelamin                          : Perempuan
Tinggi/berat  badan                  : 160 cm/50kg
Agama                                    : Islam
Facebook                               : rosi_dahnia@yahoo.com
Status                                     : Belum Menikah
Hp                                          : 08978688468

Riwayat Pendidikan Formal
1997 – 1998                         : TK Atta’awun Jakarta
1998 – 2004                         : SD Negeri 04 Jakarta
2004 – 2007                         : SMP Negeri 81 Jakarta
2007 – 2010                         : SMK Negeri 24 Jakarta
2010 – Sekarang               : semester 5 Fak. Teknik Komputer di  Univ. GUNADARMA      


Pendidikan Non Formal :
Kursus bahasa inggris di Taman Bimbingan B.Inggris
Introduction I                                                                                     :2000
Introduction II                                                                                    :2001
Basic I                                                                                               :2002
Anggota PMI                                                                                      :2004-2006
Paduan Suara  SMPN 81                                                                    :2004-2007
Paduan Suara SMKN 24                                                                    :2007-2009

Pengalaman  :
Wakil Ketua Karang Taruna                                                                 :2008
Kerja praktek di TELKOM BEKASI (SISCO)                                   :2009
Kerja praktek di DEPKUMHAM                                                        :2009
bekerja di Telkom speedy                                                                    :2010
Bekerja di PT.ATRIBUN                                                                    :2010


                Demikianlah Curriculum Vitae ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
                           Hormat saya


                                                                                                               
                                                                                                  (ROSIDAHNIA)











Selasa, 09 Oktober 2012

FUNGSI B.INDONESIA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI& PENGEMBANG ILMU PENGETAHUAN



FUNGSI BAHASA INDONESIA 


Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Tujuan dari bahasa itu sendiri adalah menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.

           Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi-interaktif dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.


                             ----BAHASA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI----

Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia , Bahasa juga merupakan alat ekspresi diri sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.


Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.

Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.

Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

         ----FUNGSI BAHASA SEBAGAI ALAT PENGEMBANG PENGETAHUAN----
Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
         Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu bahasa Indonesia juga mempunyai empat fungsi sebagai berikut :
1. Sebagai lambang kebangsaan negara;
2. Lambang identitas negara;
3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah, antarbudaya;
4. Alat yang menyatukan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda.
         Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia merupakan alat yang digunakan sebagai bahasa media massa untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannnya. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap terbuka sehingga mampu mengembangkan dan menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.
         Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.



http://rendi-idner.blogspot.com/2009/09/fungsi-bahasa-secara-umum.html
http://softskilbahasaindonesia.blogspot.com/2012/06/analisis-peranan-bahasa-indonesia-dalam.html

PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM KONSEP ILMIAH


PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM KONSEP ILMIAH

Penulisan ilmiah merupakan suatu tulisan yang sifatnya benar atau sesuai dengan kenyataan yang ada dan biasanya berisi tentang suatu penerapan ilmu tertentu. penulisan ilmiah harus sesuai dengan metodologi
penulisan yang baik dan benar.Macam-macam bentuk penulisan ilmiah adalah,
1. makalah
Merupakan penulisan ilmiah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan yang bersifat empiris dan objektif
2. Kertas Kerja
penulisan ini hampir sama dengan makalah, hanya saja kertas kerja isinya lebih mendalam dari makalah.
Kertas kerja juga biasanya dipakai untuk didiskusikan, berbeda dengan makalah yang biasanya hanya di pakai untuk laporan saja.
3. Laporan praktik kerja
Merupakan pernulisan ilmiah yang memaparkan hasil temuan dilapangan.
4. Skripsi
Merupakan penulisan ilmiah yang berisis pendapt dari penulis berdasarkan karya ilmiah orang lain. Karya ilmiah ini
biasa digunakn untuk kelulusan mahasiswa jenjang strata satu (S1).
5. Tesis
Merupakan penuisan ilmiah yang berisi pengujian atas suatu hipotesis yang nantinya akan menemukan seatu penemuan baru.
6. Desertasi
Merupaan penulisa ilmiah yang berisi dalil baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif. Desertai biasanya digunakn untuk meraih gelar doktor (S3).
Bagian-bagian penulisan ilmiah meliputi, kelengkapan awal, kelengkapan isi, dan kelengakapan akhir. Kelengkapan awal meliputi kulit luar, halaman judul, halaman pengesahan, halaman penerimaan (jika ada), halaman persembahan, abstrak, (dalam bahasa Indonesia dan Inggris), kata pengantar, daftar tabel, daftar grafik, atau gambar (jika ada). Kelengkapan isi meliputi pendahuluan, kajian teori, seputar lokasi objek penelitian (khusus praktik kerja), pembahasan, dan penututp. Kelengkapan akhir meliputi daftar pustaka, riwayat hidup penulis, lampiran data, dan penulisan indeks.
Didalam suatu penulisan ilmiah t erdapat beberapa pengutipan terhadap bebrapa pendapat ahli. Penutipan adalah proses peminjaman pendapat para ahli dalam disiplin ilmu tertentu baik langsung atau pun tidak langsung yang dituangkan dalam karya ilmiah. Hasil pengutipan karya ilmiah disebut kutipan.
Pada akhir suatu penulisan ilmiah harus disertakan sumber-sumber data yang diperoleh baik dari media cetak, internet, dan sebagainya. Sumber-sumber data tersebut dapat dicantumkan pada daftar pustaka. Daftar pustaka adalah daftar yang ada di akhir suatu penulisan ilmiah yang berisiskan identitas dari sumber-sumber yang didapat.
Fungsi dari daftar pustaka adalah sebagai berikut:
1. Menunjukkan bahwa tulisan itu ilmiah (bersifat ilmu pengetahuan);
2. Menginformasikan bahwa karya ilmiah itu (penelitian) memiliki
referensi dan akumulasi dari karya ilmiah terdahulu;
3. Merupakan alat control pada landasan teoretis atau tinjauan pustaka.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/peranan-bahasa-indonesia-dalam-konsep-ilmiah-2/