Total Tayangan Halaman

Selasa, 30 November 2010

8. ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN

1.      Ilmu pengetahuan
Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengtahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi.
-Menurut Decartes ilmu pengetahuan merupakan serba budi
-Bacon dan David Home diartikan sebagai pengalaman indera dan batin
-menurut Immanuel Kant pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman
-dan teori Pyroo mengatakan, bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan.

2.      Teknologi
ilmu pengetahuan (body of knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi; Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidagkehidupan manusi menjadi lingkup teknis.
Teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandardisasindan diperhitungkan sebelumnya.
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapetedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.      Rasionalitas
b.      Artifisialitas
c.       Otomatisme
d.      Teknis berkembang pada suatu kebudayaan
e.      Monisme
f.        Universalisme
g.      Otonomi

      3.Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Nilai
           Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sering kurangmemperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi manusiawinya. Keadaan demikian tidak luput dari falsafah pembangunannya itu sendiri, dalam menentukan pilihan antara orientasi produksi dengan motif ekonomi yang kuat,

4. Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dituliskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang palin pokok seperti pangan, pakaian, tmpat berteduh,dll.(Emil Salim,1982).Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1 Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam 3unsur :
1.)           Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun menta seseorang
2.)           Kemiskinan yang disebabkan bencana alam
3.)           Kemiskinan buatan


Sumber :
Buku MKDU ISD GUNADARMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar